19th Ave New York, NY 95822, USA

Profil

Logo TKL Eco Park - Taman Kyai Langgeng

 

Awal sebelum berdiri Objek Wisata Taman Kyai Langgeng Kota Magelang merupakan sebuah area dengan luas tanah 5 Ha yang kemudian dibangun Taman Rekreasi dan Taman Flora dari gagasan Walikota Magelang Drs. H. A. Bagus Panuntun pada tahun 1981. Keadaan pada saat itu belum begitu menarik untuk dikunjungi walaupun sudah menggandeng pihak ketiga untuk menangani taman tersebut yang sering dijuluki Taman Bunga.

Pasang surut perkembangan situasi dan kondisi pada saat itu terutama soal pendanaan serta pengelolaan Taman Bunga membuat Pemerinah Daerah Kota Magelang mengambil terobosan dengan melibatkan beberapa instansi seperti Perusahaan Daerah Air Minum, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Perikanan, dan Dinas Peternakan Kota Magelang.

Taman Rekreasi dan Taman Flora kembali dibangun pada tanggal 29 Juli 1982 dengan bantuan dana APBD Provinsi Jawa Tengah sebagai usaha untuk melestarikan, menyelamatkan, serta konservasi terhadap sumber daya alam. Selain itu juga menggali potensi dan pengembangan kepariwisataan daerah Kota Magelang.

Makam Kyai LanggengFungsi Taman Bunga mulai berkembang menjadi sebuah taman percontohan dikarenakan memiliki lahan pengembangan yang luas serta lokasi yang memungkinkan mewujudkan hutan buatan di perkotaan guna menjadi pusat edukasi dan praktek bagi pelajar dan mahasiswa.

Taman Bunga terus berbenah hingga pada tanggal 3 September 1987 namanya diganti menjadi Taman Kyai Langgeng. Penamaan ini merujuk pada nama salah seorang tokoh perjuangan pada masa perang Pangeran Diponegoro dan makamnya berada di dalam area taman. Kyai Langgeng merupakan sosok ulama pada saat itu dan merupakan seorang penasehat Pangeran Diponegoro sewaktu melawan penjajahan Belanda di wilayah tanah Jawa khususnya di Magelang.

Tempat wisata Jawa Tengah Taman Kyai Langgeng sekarang telah bertransformasi tidak hanya sekedar taman bunga tetapi lebih luas menjadi sebuah lokasi wisata alam dengan berbagai fasilitas memadai terutama untuk edukasi hingga olah raga. Dengan area seluas 27,36 Ha sekarang ini Taman Kyai Langgeng yang berada di wilayah Jawa Tengah memberikan banyak pesona keindahan dengan pemandangan Gunung Sumbing nan elok. Gemericik air sungai Progo nan jernih, hamparan sawah di lereng gunung, serta ratusan pohon langka yang tumbuh subur memberikan nuansa alami tanpa batas.

 

Silakan unduh leaflet/brosur digital dalam format PDF untuk mengetahui informasi tentang Objek Wisata Taman Kyai Langgeng yang berada di Kota Magelang, Jawa Tengah – DOWNLOAD

———-

 

KYAI LANGGENG PARK PROFILE

Beginning before standing Kyai Langgeng Park is an area with a land area of ​​5 Ha which was then built Park Recreation and Garden Flora from the idea of ​​Magelang Mayor Drs. H. A. Bagus Panuntun in 1981. The situation at that time has not been so interesting to visit even though it was holding a third party for the garden workshop which is often dubbed Flower Garden.

The ups and downs of the development of the situation and conditions at the time concerning the problems and activities of the Garden User Environment Mapping by involving several agencies such as the Regional Water Company, the Department of Agriculture, the Department of Fisheries, and the Livestock Service Office of Magelang Municipality.

Flora Gardens and Recreation Park was re-built on July 29, 1982 with the help of Central Java Provincial Budgets funds in an attempt to preserve, save, and conserve natural resources. In addition, the information on tourism development potential of the city of Magelang.

Flower Garden began to develop into a Pilot Park project because it has a large area and allows as artificial forest urban education center and practice for students.

Flower Garden continued to grow up until September 3, 1987 changed its name to Kyai Langgeng Park. This naming depends on the name of one of the leaders of the struggle during the war of Prince Diponegoro and his grave is inside the park area. Kyai Langgeng was a cleric at the time and was an advisor to Prince Diponegoro against the Dutch colonialism in the territory of Java especially in Magelang.

Kyai Langgeng Park has now transformed not just a more extensive recreational park into a natural tourist site with various facilities adequate for education. With a total area of ​​27,36 Ha now Kyai Langgeng Park gives a lot of charm of beauty with beautiful scenery of Mount Sumbing, clarity accompanied by rush of Progo river, rice fields on the slopes, and hundreds of rare trees that thrive.

Please download the digital leaflet / brochure in PDF format to find out information about Kyai Langgeng Park..